PENERAPAN BERIMAN KEPADA TAKDIR MUALLAQ DALAM MENGHADAPI COVID-19
Meskipun wabah virus corona merupakan bagian dari qadha Allah, tetap saja manusia telah memiliki area-area yang mampu ia kendalikan. Sederhananya, manusia punya kemampuan berusaha mengubah suatu keadaan. Apalagi mengingat manusia telah dianugrahkan akal oleh Allah untuk berfikir, menimbang-nimbang mana perbuatan baik dan buruk. Mana halal dan haram. Sehingga, sekalipun kita wajib bersabar dan beriman bahwa wabah virus corona adalah qadhaNya, di sisi lain wajib pula berikhtiar. Yakni melakukan upaya pencegahan dan penyembuhan yang tentu saja bukan hanya dilakukan oleh individu melainkan peran negara sangat dibutuhkan.
Islam menganjurkan umatnya untuk berobat ketika sakit dan berusaha menjaga kesehatan bagi yang sehat. Tentu saja dengan bahan-bahan dan cara yang halal. Sebab Allah telah menciptakan berbagai macam khasiat pada benda-benda (qadar) yang bisa digunakan manusia untuk memenuhi naluri dan kebutuhan jasmaninya. Semisal Allah menciptakan air yang memiliki khasiat melarutkan sehingga bisa digunakan cuci tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Sayuran dan buah-buahan memiliki khasiat dalam kandungan gizinya yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona. Ada pula angin atau udara yang memiliki khasiat menerbangkan atau membawa virus berpindah dari satu tempat ke tempat lain, sehingga kita harus menggunakan masker dalam berkatifitas.
Komentar
Posting Komentar