PENERAPAN BERIMAN KEPADA TAKDIR MUALLAQ DALAM MENGHADAPI COVID-19

Nama : Adelia F.N 
No      : 01
Kelas  : 9C 

                      TAKDIR MUALLAQ 

Pengertian dari takdir muallaq adalah takdir Allah SWT yang bisa saja berubah. Namun takdir yang satu ini tentunya tidak bisa berubah begitu saja tanpa adanya usaha maupun ikhtiar dari manusia itu sendiri. Sehingga tak heran rasanya jika ada banyak yang menganjurkan agar sebagai manusia tidak mudah menyerah. Memang takdir sudah digariskan, namun tak ada salahnya kita berusaha dan pastinya berdoa sebagai wujud ikhtiar dan tawakal kita kepada Allah SWT. Allah itu Maha Pemurah dan menyukai hambaNya yang meminta sehingga agar takdir kita bisa mengarah kepada apa yang kita harapkan, tentunya dalam hal kebaikan sudah sepantasnya kita memperbanyak usaha dan doa kepada Allah SWT.

Maka wajib bagi seorang muslim beriman terhadap setiap peristiwa yang terjadi di luar kuasanya, merupakan ketetapanNya (qadha) yang tidak mampu ditolak. Terlepas apakah itu baik maupun buruk. Untuk itu, dalam hal ini dibutuhkan sikap takawal kepada Allah. Berserah diri kepadaNya. Bersabar di tengah-tengah rasa was-was virus corona serta tidak lupa berdoa untuk senantiasa diberikan kesehatan. Dengan bersabar, khususnya yang diberi ujian penyakit, akan menuai ganjaran pahala hingga derajatnya diangkat oleh Allah.

Meskipun wabah virus corona merupakan bagian dari qadha Allah, tetap saja manusia telah memiliki area-area yang mampu ia kendalikan. Sederhananya, manusia punya kemampuan berusaha mengubah suatu keadaan. Apalagi mengingat manusia telah dianugrahkan akal oleh Allah untuk berfikir, menimbang-nimbang mana perbuatan baik dan buruk. Mana halal dan haram. Sehingga, sekalipun kita wajib bersabar dan beriman bahwa wabah virus corona adalah qadhaNya, di sisi lain wajib pula berikhtiar. Yakni melakukan upaya pencegahan dan penyembuhan yang tentu saja bukan hanya dilakukan oleh individu melainkan peran negara sangat dibutuhkan.  

Islam menganjurkan umatnya untuk berobat ketika sakit dan berusaha menjaga kesehatan bagi yang sehat. Tentu saja dengan bahan-bahan dan cara yang halal. Sebab Allah telah menciptakan berbagai macam khasiat pada benda-benda (qadar) yang bisa digunakan manusia untuk memenuhi naluri dan kebutuhan jasmaninya. Semisal Allah menciptakan air yang memiliki khasiat melarutkan sehingga bisa digunakan cuci tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Sayuran dan buah-buahan memiliki khasiat dalam kandungan gizinya yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona. Ada pula angin atau udara yang memiliki khasiat menerbangkan atau membawa virus berpindah dari satu tempat ke tempat lain, sehingga kita harus menggunakan masker dalam berkatifitas.


Komentar